TAUFIQ AKBAR - 17512311 - 4PA06 - JURUSAN PSIKOLOGI - FAKULTAS PSIKOLOGI - UNIVERSITAS GUNADARMA | TAUFIQ AKBAR - 17512311 - 4PA06 - JURUSAN PSIKOLOGI - FAKULTAS PSIKOLOGI - UNIVERSITAS GUNADARMA | TAUFIQ AKBAR - 17512311 - 4PA06 - JURUSAN PSIKOLOGI - FAKULTAS PSIKOLOGI - UNIVERSITAS GUNADARMA | TAUFIQ AKBAR - 17512311 - 4PA06 - JURUSAN PSIKOLOGI - FAKULTAS PSIKOLOGI - UNIVERSITAS GUNADARMA | TAUFIQ AKBAR - 17512311 - 4PA06 - JURUSAN PSIKOLOGI - FAKULTAS PSIKOLOGI - UNIVERSITAS GUNADARMA

Selasa, 09 April 2013

Batas Akhir Shalat Isya

By FATH INDONESIA | At 4/09/2013 06:07:00 AM | Label : | 1 Comments

Batas Akhir Shalat Isya


Beberapa dalil yang berbeda tentang panjangnya waktu untuk shalat Isya'. Sebagian dalil yang menyebutkan bahwa akhir waktu shalat Isya' adalah dengan masuknya waktu subuh, yaitu dengan terbitnya fajar shaqid di ufuk timur. Namun sebagian dalil lainnya seolah menyebutkan bahwa akhir waktu shalat Isya' adalah sepertiga malam atau tengah malam.

Dengan demikian, memang sejak dari dalilnya sudah ada kemungkinan besar terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian dari mereka lebih cenderung kepada dalil yang pertama, sebagian lainnya cenderung kepada dalil yang kedua.

Pendapat Pertama

Pendapat pertama datang dari jumhur (mayoritas) ulama yang lebih cenderung untuk mengatakan batas akhir shalat Isya' hingga masuk waktu subuh. Dasarnya adalah ketetapan dari nash yang menyebutkan bahwa setiap waktu shalat itu memanjang dari berakhirnya waktu shalat sebelumnya hingga masuknya waktu shalat berikutnya.

Dari Ibnu Umar ra. bahwa nabi SAW bersabda, "Syafaq itu adalah warna kemerahan, bila syafaq itu sudah hilang, maka telah wajib shalat." (HR Ad-Daruquthuny)

Dari Abi Qatadah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah tidur itu menjadi tafrith, namun tafrith itu bagi orang yang belum shalat hingga datang waktu shalat berikutnya." (HR Muslim)

Dengan pengecualian waktu shalat shubuh, di mana batas akhirnya bukan dengan masuknya waktu Zhuhur, melainkan dengan terbitnya fajar. Selebihnya semua waktu shalat berakhir dengan masuknya waktu shalat berikutnya.

Pendapat Kedua

Kelompok kedua lebih cenderung mengatakan bahwa waktu untuk shalat Isya' berakhir dengan masuknya 1/3 malam atau lewat tengah malam. Dalilnya ada beberapa, di antaranya hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan/ menunda shalat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy).

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW menunda shalat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau shalat. (HR Muttafaqun Alaihi).

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Waktu shalat Isya` hingga tengah malam." (HR Muslim dan Nasai)

Waktu Pilihan

Oleh para ulama dari jumhur, semua hadits yang menunjukkan akhir batas waktu shalat Isya yang hanya 1/3 atau 1/2 malam, tidak dipahami sebagai batas terakhir, melainkan sebagai waktu yang bersifat ikhtiyari, yakni pilihan.

Jadi bila seseorang shalat Isya' pada beberapa menit menjelang masuknya waktu shubuh, tetap sah dan masih dalam waktu yang dibenarkan. Namun hal itu bukan menjadi pilihan yang baik.

Walahu a'lam bishshawab.

Batas Akhir Shalat Isya Batas Akhir Shalat Isya Batas Akhir Shalat Isya
Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Isya Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Isya



Apa arti Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro?

By FATH INDONESIA | At 4/09/2013 05:38:00 AM | Label : | 0 Comments

Apa arti Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro?

What is the meaning of Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro?




  • Saw merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam, sebuah lafaz yang disunnahkan keadaan kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama Rasulullah SAW. Artinya adalah semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya. Perintah untuk  bershalawat kjepada Rasulullah SAW merupakan perintah dari Al-Quran yaitu " Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ."(QS. Al-ahzab : 56)

  • As biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Alaihis Salam yang bermakna Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan Rasul termasuk juga para malaikat. " Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul."(QS. Ash-Shaffaat : 181)

  • Ra biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Radhiyallahu `anhu/`anha / `anhum.  Lafaz ini juga merupakan ungkapan dan doa yang disematkan kepada para  shahabat Rasulullah SAW. Maknanya adalah Semoga Allah meredhainya. Bila kata  terakhirnya `anhu maka dhamirnya untuk dia satu orang laki-laki. Bila kata terakhirnya `anhum maka dhamirnya mereka (jama`) dan bila kata teakhirnya `anha maka dhamirnya untuk dia seorang wanita.

    "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin  dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha  kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."
    (QS. At-Taubah : 100)
    "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada  dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan  kepada mereka dengan kemenangan yang dekat."
    (QS. Al-Fath : 18)
  • Azza wa Jalla dan Jalla Jalaluhu adalah dua ungkapan yang disematkan pada  lafaz Allah selain Ta`ala. Lafaz `Azza makanya adalah yang Maha Aziz atau Perkasa. Sedangkan lafaz Jalla maknanya adalah Agung.

    " ... maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
    (QS. Al-Baqarah : 209)" Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran / keagungan dan kemuliaan."
    (QS. Ar-Rahman : 27)

  • Naudzubillahi mindzalik adalah ungkapan meminta perlindungan kepada Allah dari bahaya atau madharat sesuatu hal. "... maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."(QS. Al-Mu`min : 56)

  • Wallahu a'lam bishshowab adalah uangkapan untuk menyatakan bahwa kita mengembalikan kebenaran itu hanya kepada Allah. Makna lafaz itu adalah Dan hanya Allah saja lah yang lebih mengetahui kebenarannya. " ... dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui."(QS. Yusuf : 76)

  • Jazzakumullah Khoiran Katsiro maknanya adalah Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik dan lebih banyak. Ungkapan ini adalah bentuk doa dan sekaligus rasa sykur kepada manusia yang telah berjasa kepada kita. Ungkapan ini lebih sempuirna dari sekedar mengucapkan kalimat terima kasih. Karena didalamnya selain ungkapan terima kasih juga ada doa untuk memberikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi. " Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan."(QS. Al-Kahfi : 44)

Apa arti Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro?

What is the meaning of Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro?


Sumber => http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg07131.html

Kamis, 04 April 2013

Aku Dan Dia : Putih-Merah

By FATH INDONESIA | At 4/04/2013 04:03:00 AM | Label : | 0 Comments

Aku Dan Dia : Putih-Merah

Aku Dan Dia : Putih-Merah

Taufiq Akbar itulah sebuah nama terindah yang diberikan kedua orang tuaku untukku. Orang tuaku senang sekali memanggilku dengan nama Opik / Oo sehingga teman-teman ikut memanggilku dengan nama itu dan seiring dengan berjalannya waktu, nama Opik / Oo mulai bergeser popularitasnya dari ingatan teman-temanku dengan nama Vick Toeflay -sebuah nama yang ku buat sendiri-, tetapi tetap orang tuaku memanggilku dengan nama Opik / Oo hingga saat ini dan terkadang mereka juga memanggilku Toeflay.

Sekitar 21 tahun yang lalu, Allah SWT mengizinkan aku untuk melihat dunia ini, tepatnya pada hari Selasa, 9 Juli 1991 di Rumah Sakit Cilandak Marinir, Jakarta. Alhamdulillah aku lahir secara normal dan juga sempurna, bahkan sangat amat sempurna karena memiliki keluarga yang harmonis. Keharmonisan itu bertambah saat adikku lahir sekitar 19 tahun yang lalu, sehingga jumlah anggota keluargaku kini menjadi 4 jiwa, meliputi ayah, ibu, aku, dan juga adikku.

Ayah -yang biasa aku panggil dengan sebutan akrab yaitu “Babeh”-, merupakan sosok pemimpin keluarga dan sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi. Awalnya aku memanggil dia dengan sebutan “Bapak”, akan tetapi rasanya terlalu baku bahkan terkesan kaku bagiku, mulai dari situlah aku berpikir untuk memberikan nama sebutan untuk dia, yang bisa dibilang nama sebutan itu tidak terlalu baku dan kaku tapi cenderung terkesan lebih akrab yaitu “Babeh”. Sebutan “Babeh” memang kurang pas untuknya, karena dia bukanlah dari suku Betawi, terlebih dia memiliki garis keturunan suku Batak bermarga “Harahap”.

Hampir 30 tahun lamanya ayahku mengabdikan diri pada Negara, dengan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Instansi Pemerintah Republik Indonesia, dia mampu menafkahi kami hingga saat ini tanpa adanya rasa kekurangan baik itu berupa materi maupun non-materi, karena disertai dengan rasa puji syukur dia dan keluarga kepada Allah SWT.

Sedangkan ibuku adalah sosok wanita yang luar biasa yang mampu mewarnai arti kehidupanku ini, secara fisik ibuku bisa dikatakan sebagai sosok yang lemah, namun ketika harus menyelamatkan anaknya, dia akan berubah 180° menjadi sosok yang kuat, tangguh, pemberani dan tegas. Begitulah aku menggambarkan sosok ibuku bagaikan malaikat. Ibuku merupakan anggota dari organisasi Dharma Wanita Persatuan di instansi pemerintah tempat ayah ku bekerja.

Dan adikku yang saat ini berusia 19 tahun, merupakan seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri di Universitas Gunadarma angkatan 2011, yang kini mengambil cuti kuliah dikarenakan jenuh akan mata kuliah yang diambilnya.

Aku dan keluargaku bertempat tinggal di jalan Lontar No. 47 RT 004/010 Kp. Curug Tanah Baru, Beji – Depok. merupakan lingkungan yang asri dan nyaman dengan tetangga yang ramah tamah dan juga lingkungan masyarakat yang bersahabat. Di sinilah aku mulai mengenal huruf arab setelah sebelumnya orang tuaku mengajarkan dan merekomendasikan aku untuk ikut pengajian, saat itu umurku masih 5 tahun dan masih playgroup di TK Melati Cipedak, Jakarta Selatan.

Setelah aku mendapatkan ijazah TK, aku melanjutkan sekolah di SD Negeri Cipedak 01 Pagi Jakarta Selatan. Di Sekolah Dasar, tepatnya saat aku kelas 6 SD merupakan masa terindah dalam hidupku saat itu, karena aku dipertemukan oleh seorang wanita yang aku suka -sebut saja Dwi Indriani- yang mungkin bisa dibilang cinta monyet. Karena waktu itu guruku -Pak Sumardi- mengacak urutan bangku semua murid untuk 1 tahun kedepan, dan jadilah aku duduk bersebelahan dengan 2 wanita (Rizki Aisyah Novarifiyanti dan Dwi Indriani) dengan aku di tengah-tengahnya. Tapi aku tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menyampaikan perasaan itu padanya, hanya bisa aku pendam dan aku jadikan motivasi untuk membuat diriku lebih hebat dalam segala halnya serta membuat dia merasa kagum padaku. Adapun cara untuk membuatnya kagum adalah dengan rajin belajar dan berencana untuk masuk sekolah menengah pertama negeri (SMP N) yang aku dan dia idamkan, yaitu SMP Negeri 131 Jakarta Selatan.

Alhamdulillah dengan doa, usaha, motivasi serta tekad yang kuat, Allah SWT mengizinkan aku untuk melanjutkan sekolah di SMP Negeri 131 Jakarta Selatan. Tapi takdir berkata lain, sekolahku dan dia ditempatkan berbeda, kalau tadi aku ditempatkan di SMP Negeri 131 sedangkan dia di SMP Negeri 253. Spontan aku kaget setelah menerima kabar itu melalui percakapan dengan dia lewat telepon dan bergegaslah aku menuju SMP Negeri 131 untuk mengecek langsung kebenaran dari berita tersebut. Dan benar saja, nama Dwi Indriani tidak ada di papan penerimaan siswa baru SMP Negeri 131, bahkan dibagian cadangan pun aku tak menemukan namanya.

Sedih bercampur rasa tidak menentu yang saat itu menghantuiku, apakah aku harus bersyukur atas apa yang Allah SWT amanatkan untukku bersekolah di sekolah idamanku, ataukah aku harus menyesali karena tidak satu sekolah lagi dengan dia. Segera aku tepis rasa tak menentu itu disaat sesudah aku melihat teman-temanku bersedih karena tidak mendapatkan sekolah negeri bahkan mereka tidak mempunyai pilihan kecuali bersekolah di SMP Swasta, yang mana saat itu SMP Swasta dipandang sebelah mata, dan didalam hatiku selalu bertanya-tanya “Kenapa aku begini?” “Seharusnya aku bahagia!” “Seharusnya aku bersyukur!” “Aku masih jauh lebih beruntung dari teman-temanku!” pertanyaan itu silih berganti menghampiriku, hingga akhirnya aku dapat menentukan sikap untuk tidak kekanak-kanakan, karena sebelumnya aku berpikir “Sekarang aku dan dia berbeda sekolah, pasti tidak akan pernah bertemu lagi!” itulah akar dari timbulnya pertanyaan dan keresahan didalam hatiku, setelah membuang jauh-jauh cara berpikir seperti itu, aku mengalihkannya dengan “Suatu saat aku yakin pasti bisa bertemu dengannya lagi, yang terpenting sekarang adalah aku harus membahagiakan orang tuaku” dan dilanjutkan dengan membaca basmallah “Bismillahirrahmanirrahim”.

Kini aku duduk dibangku sekolah menengah pertama yang aku idamkan, banyak teman dan pengalaman baru yang aku dapatkan, mulai dari belajar beroganisasi, membuat anime, membuat komik, memetik gitar, teknik sepak bola, bermain game PC, menonton dan mendukung PERSIJA Jakarta bersama teman-teman yang membaur menjadi satu yaitu The Jakmania dan juga pengalaman-pengalaman lainnya yang tidak bisa aku lupakan.

Sewaktu aku di Lebak Bulus, tepat disaat PERSIJA Jakarta menjamu PERSIB Bandung, aku teringat Dwi Indriani -singkat cerita bahwa dia sangat menyukai PERSIJA Jakarta, hal ini aku ketahui karena aku dan dia masih sering berhubungan lewat telepon-, segera aku carikan souvenir yang berbau PERSIJA Jakarta maupun The Jakmania berupa syal, rencananya syal itu akan aku kasihkan sekaligus untuk menyatakan cinta padanya. Tapi akibat kesalahanku lah yang terlalu cepat dan tergesa-gesa untuk menyatakan cinta padanya, dengan faktor waktu yang kurang mendukung serta faktor media penyampainnya yang terlalu biasa, sehingga cintaku dibalasnya dengan bertepuk sebelah tangan. Sedih memang, tapi itulah kehidupan.

Setelah 2 tahun lamanya aku tidak bertemu dengannya, akhirnya kami di pertemukan lewat acara reunian yang bertepatan dengan malam pergantian tahun 2004 ke tahun 2005. Di malam itu aku memang tidak ada keinginan untuk ikut serta dalam acara reunian, karena rasa sedih, kesal, dan malu masih menyelimutiku akibat cintaku bertepuk sebelah tangan, tetapi kembali lagi aku mampu menepis rasa kekanak-kanakan itu, didalam hatiku berkata “Memang sih aku masih sedih, kesal dan malu sama dia, tapi apakah iya aku harus begini terus dan memutuskan tali persahabatan dengan dia dan juga sahabat-sahabatku?”

Bergegaslah aku menuju tempat acara reunian sambil membawa syal yang waktu itu ku beli di Lebak Bulus lalu memberikannya pada dia. Di sana aku bertemu dengan teman-teman SD ku, senang rasanya dan rasa senang itu pun bertambah saat aku memberikan syal dan berbicara dengan dia seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, bahkan kami sempat foto bersama, tapi sangat disayangkan foto itu entah kemana, padahal sudah ku back up di Friendster dan Live Connector -jejaring sosial terpopuler saat itu-.

Begitulah pengalaman pribadiku saat masih berseragam putih-merah dan putih-biru baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, sebenarnya masih banyak lagi yang ingin aku tuangkan lewat tulisan ini, tetapi berhubung waktuku yang begitu padat sebagai mahasiswa jurusan psikologi di Universitas Gunadarma, maka aku cukupkan sampai disini, semoga menjadi pelajaran serta motivasi untuk kita semua.




*              Originally created by Taufiq Akbar              *

Minggu, 24 Maret 2013

Hobi Ku, Sepak Bola

By FATH INDONESIA | At 3/24/2013 07:59:00 PM | Label : | 13 Comments
Hobi merupakan aktivitas yang disenanginya yang ada pada setiap diri manusia dan pastinya selalu dilakukan berkali-kali untuk memuaskan hasrat senangnya terhadap hobinya. Hobi setiap manusia berbeda-beda seperti hobi sepak bola, futsal, main game, main gitar, menyanyi, memancing bahkan ada juga yang hobinya menonton film dll.

Bicara mengenai hobi, berhubung dosen saya (dalam mata kuliah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar, Ibu Widya Agsari) memberi tugas tentang “Membuat tulisan di blog mengenai apa saja yang menjadi hobi / passion kalian?” maka kali ini saya akan memuat posting-an mengenai hobi / passion saya.

Check it out!!! ~cekidot~

Sebelumnya terimakasih untuk mas dan mba bro yang sudah mampir di blog saya yang ke sekian psycholozy.blogspot.com dan blog utama saya adalah toeflay.blogspot.com.

Okay, perkenalkan nama saya Taufiq Akbar sebut saja Vick dan biasa di panggil dengan nama samaran Toeflay, yang saya ciptakan sendiri tanpa campur tangan orang lain sejak umur 11 tahun tepatnya kelas 6 SD (Sekolah Dasar).

Saat itu, saat dimana Ayah memperkenalkan sepak bola sebagai hobi dan kesukaannya, maka dari itu saya pun menjadikan sepak bola sebagai hobi bahkan prioritas utama dalam bidang olahraga. Hobi sepak bola ini mulai saya tekuni di usia 7 tahun, dengan referensi dari televisi, saat itu saya mengidolakan Zine Dine Zidane -pemain legendaris asal Perancis yang menggunakan kostum Juventus-. Dengan sedikit pengetahuan tentang sepak bola, saya meniru gaya permainan Zidane mulai dari cara dia mendribble, passing, umpan jauh, gocek, freestyle, dan tak-tik secara individual maupun secara tim. Cara-cara itu saya asah di lapangan dekat rumah saya, mulai pagi jam 06.00 sampai jam 08.00 rutin setiap minggunya.

Sore harinya setelah pulang sekolah, saya uji kemampuan dari hasil latihan saya tadi dengan mengadakan sparring dengan teman-teman. Ada satu sahabat saya yang menjadi rival dalam setiap pertandingan, sebut saja Dedi Widodo (Almarhum), ia seorang pemain yang memiliki banyak potensial dan bakat, dengan menjadikan dia sebagai rivalitas, saya terpacu dan termotivasi untuk melebihi dia, adapun usaha yang saya lakukan yaitu dengan latihan lebih keras lagi, bahkan saya mengajukan diri untuk ikut sekolah sepak bola (SSB) Kukusan, Beji-Depok kepada Ayah, dengan harapan bisa mengetahui lebih dalam lagi tentang sepak bola dan pastinya untuk melampaui Dedi, juga melampaui idola saya Zidane, terlebih menjadi kebanggaan keluarga.

22 Maret 2013, sahabat sekaligus rival saya Dedi Widodo menghembuskan nafas terakhir di usia 23 Tahun. Semua terasa hening dengan diselimuti kesedihan akan kepergian beliau, walau jasad beliau sudah tidak nampak lagi di dunia ini tapi kenangan, pengalaman, ilmu, canda, tawa, sedih, kebaikan, kekonyolan, dan apapun semua tentang dia, akan terus nampak dan hidup di hati kami para sahabatnya terlebih khususnya hati saya.

Kepergian beliau mengajarkan saya tentang:
  • Kecintaan kepada Allah SWT.
  • Menjaga sikap dan perilaku dalam setiap kehidupan.
  • Menjaga kesehatan.
  • Menjaga tali persaudaraan.
  • Besarnya kecintaan keluarga khususnya seorang Ibu kepada anaknya, begitu sebaliknya.
  • Besarnya kecintaan para sahabat.
  • Pengalaman hidup.
  • Saling berbagi satu sama lain.
  • Dan lain sebagainya.

Selamat jalan kawan, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa -mu dan memberikan tempat yang spesial di sisi-Nya bersama Rasulullah dan keluarga, para sahabat dan umatnya yang senantiasa berada di jalan yang Allah SWT ridhai.

Hobi sepak bola ini akan selalu terpacu dan terus terpacu demi sahabat terbaik saya Dedi Widodo (25 Juni 1990 – 22 Maret 2013).

Postingan ini saya dedikasikan khusus untuk Dedi Widodo, dan umum untuk semua kalangan. Semoga postingan ini juga dapat memotivasi dan menjadikan pelajaran bagi kita semua.



Dedi Widodo
(Sebelah kiri memakai jersey Arsenal)
25 Juni 1990 - 22 Maret 2013






*              Originally created by Taufiq Akbar              *

Sabtu, 16 Maret 2013

Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan

By FATH INDONESIA | At 3/16/2013 09:50:00 PM | Label : | 1 Comments
Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan 


Definisi

Mitos yang dalam bahasa Yunani disebut μῦθος - mythos adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk didalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural,dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai personifikasi atau penggambaran benda-benda mati (tidak bernyawa) seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Mitos juga dapat diartikan sebagai satu cerita, pendapat atau anggapan dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu perkara yang pernah berlaku pada suatu masa dahulu, yang kebenarannya belum tentu benar adanya (Harry Lubis, 2009).

Mitos Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan



Dahulu kala pernah hidup seorang putri yamg amat cantik bernama Kadita. Karena begitu cantiknya, ia dijuluki dewi Srengege yang berarti matahari indah. Dewi Srengenge atau putri Kadita ini adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah lagi dengan Dewi Mutiara dan mendapatkan putra dari pernikahan tersebut. Maka, bahagialah sang Raja Munding Wangi.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Tentu saja raja menolak. “Sangat menggelikan, saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu. 

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Putri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuknya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir putrinya. “Putrimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan putrinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Putri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malah ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan. Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan | pyscholozy.blogspot.com

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malah, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Beragam dampak timbul karena adanya mitos ini. Bahkan, berbagai kalangan pun ikut berapresiasi atas adanya mitos ini. Seperti yang dilakukan nelayan pantai selatan Jawa. Setiap tahunnya, mereka mengadakan sedekah laut sebagai persembahan kepada sang Ratu agar menjaga keselamatan para nelayan dan membantu usaha mereka agar penghasilan mereka semakin baik. Sedekah laut dilakukan oleh para nelayan dipantai Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Pangandaran, Cilacap serta Sakawayana. Selain itu, mitos mengenai Nyai Roro Kidul ini juga berdampak pada turis atau wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai Selatan. Mereka terus diperingatkan oleh warga sekitar yang sangat meyakini mitos ini untuk tidak memakai pakaian berwarna hijau. Kabar yang berhembus, Nyai Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Sehingga setiap orang yang berkunjung ke pantai Selatan dengan mengenakan pakaian warna hijau dipercaya akan hilang, diambil oleh Nyai Roro Kidul untuk dijadikan tentara atau pelayannya.

Tak hanya sampai disitu dampak yang ditimbulkan oleh mitos ini. Kalau tadi wisatawan yang terkena dampaknya, kali ini pihak pemilik hotel yang ikut berpartisipasi atas mitos ini. Pemilik hotel yang bertempat di pantai Selatan Jawa dan Bali menyediakan ruangan khusus untuk Ratu pantai Selatan ini. Seperti hotel Grand bali Beach yang menyediakan kamar 327 dan 2401 khusus untuk Nyai Roro Kidul. Alasannya karena kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada peristiwa kebakaran besar  pada bulan Januari tahun 1993. Sehingga mereka beranggapan kamar 327 berhubungan dengan Nyai Roro Kidul. Kamar 327 dan 2401 selalu dirawat dan diberi hiasan ruangan dengan warna hijau serta diberi sesuguhan atau sesaji setiap hari. Sama halnya dengan hotel Grand Bali Beach, hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu juga menunjuk kamar khusus untuk  yaitu kamar 308. Di kamar ini terpajang beberapa lukisan Nyai Roro Kidul karya pelukis Basuki Abdullah. Hotel Queen of the South di dekat Parangtritis menunjuk kamar 33 untuk Nyai Roro Kidul.

Tag : Membuat artikel mengenai mitos yang ada disuatu daerah dan diarahkan kejenis mitos yang mana? Apakah termasuk legenda, cerita rakyat atau mitos yang sebenarnya??

Menurut saya pribadi mitos ini masuk kedalam jenis legenda, kenapa?? karena legenda itu sendiri merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Karena mitos ini tidak tertulis dan mungkin cerita dari "mulut ke mulut"/"orang ke orang", maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor.
Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan | pyscholozy.blogspot.com
Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan | psycholozy.blogspot.com
Mitos Suatu Daerah : Nyai Roro Kidul / Ratu Laut Selatan | psycholozy.blogspot.com
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos
http://id.wikipedia.org/wiki/Ratu_Laut_Selatan
http://fuadramadan.wordpress.com/2011/10/13/mitos-nyai-roro-kidul/
◄ Posting Baru Posting Lama ►
Semua konten atau isi yang terdapat di postingan di psycholozy.blogspot.com, merupakan hak cipta masing-masing pemilik. Jika Anda pemilik hak cipta dari suatu konten atau isi dan tidak ingin ditampilkan dalam psycholozy.blogspot .com, Anda dapat mengirimkan email pemberitahuan dan saya akan segera menghapus konten atau isi yang bersangkutan. Klik Contact Me untuk tindak lebih lanjut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Join Our Fan Page on Facebook!

Chat

Join Conversation

Copyright © 2012. psycholozy - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz